• Minggu, 29 Januari 2023

Kasus Ferdy Sambo, Kuat Ma’ruf Ungkap Tidak Tahu Rencana Pembunuhan Brigadir J

- Rabu, 25 Januari 2023 | 10:45 WIB
Terdakwa Kuat Ma'ruf dalam persidangan di PN Jaksel (Dok. PMJ News)
Terdakwa Kuat Ma'ruf dalam persidangan di PN Jaksel (Dok. PMJ News)

Jakarta, wartafavorit.com – Kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J memasuki babak pembacaan nota pembelaan atau pledoi.

Terdakwa Kuat Ma’ruf membacakan pledoi atas tuntutan 8 tahun pidana penjara yang menjeratnya.

Terdakwa Kuat Ma’ruf menegaskan bahwa dirinya tidak ikut bersekongkol dengan Ferdy Sambo untuk menghilangkan nyawa Brigadir J.

Nota pembelaan ini diungkapkan terdakwa Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Selasa, (24/1/2023).

Kuat Ma’ruf mengaku tidak tahu peristiwa tentang apa yang akan terjadi pada tanggal 8 Juli 2022 lalu. Tepatnya Kuat Ma’ruf tidak mengetahui persis rencana pembunuhan terhadap Brigadir J.


“Saya harus tegaskan saya tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi kepada almarhum Yosua di tanggal 8 Juli 2022,” ujar Kuat di PN Jaksel, Selasa (24/1/2023).

Oleh karenanya, Kuat menganggap apa yang dituduhkan kepadanya tidak sejalan sejak proses penyidikan terkait kasus tersebut, di mana Kuat dianggap mengetahui rencana pembunuhan tersebut, termasuk dianggap bersekongkol dengan Ferdy Sambo.

Salah satunya yakni soal pisau yang diklaim jaksa penuntut umum (JPU) telah dipersiapkan Kuat Ma’ruf dari Magelang dan dibawa ke rumah dinas Duren Tiga.

“Padahal di dalam persidangan sangat jelas terbukti saya tidak pernah membawa tas atau pisau yang didukung keterangan dari para saksi dan hasil video rekaman yang ditampilkan” ucapnya.

“Kemudian saya juga dianggap juga telah sekongkol dengan bapak Ferdy sambo, namun berdasarkan hasil persidangan, saya tidak adapun satu saksi maupun video rekaman atau bukti lainnya yang menyatakan kalau saya bertemu dengan Bapak Ferdy Sambo di Saguling,” tandasnya.

Editor: Nur Hidayat

Sumber: PMJ News

Tags

Terkini

X